Apakah kamu pernah menonton animasi 3D seperti beberapa film dari Disney dan Pixar? Apakah kamu pernah bertanya – tanya bagaimana mereka bisa membuat animasi seperti itu? Aplikasi apa yang dibutuhkan untuk membuat animasi sebagus itu? Perusahaan – perusahaan tersebut membuat animasi dengan menggunakan yang namanya 3D Computer Graphics Software atau juga bisa disebut 3D Software. Perangkat lunak ini digunakan untuk membuat sebuah model dan animasi 3D pada komputer. Ada cukup banyak 3D Software yang bisa kamu temui seperti Blender, Autodesk Maya, Modo, ZBrush, Autodesk 3ds Max dan masih banyak lagi. Salah satu yang cukup populer adalah Blender yang akan kita bahas pada artikel ini.

Pengertian Blender

Blender merupakan perangkat lunak komputer 3D gratis yang bersifat open source. Perangkat lunak ini bisa digunakan untuk modeling, sculpting, rigging, rendering, motion tracking, membuat animasi dan simulasi. Alasan Blender cukup populer adalah karena perangkat lunak ini gratis dan dapat digunakan untuk kegiatan komersial seperti membuat animasi dan pengembangan video game bagi indie game developer yang tidak memiliki dana yang besar.

Sejarah Blender

Blender diciptakan oleh Ton Roosendaal, seorang software developer yang juga menciptakan sebuah studio animasi asal Belanda yang bernama NeoGeo sebagai aplikasi in-house (aplikasi yang dibuat dan digunakan oleh perusahaan atau organisasi yang sama). Ton Roosendaal menulis source file pertama yang diberi nama “Blender” pada tanggal 2 Januari 1994 dan secara resmi menjadi hari lahir software Blender. Nama Blender sendiri terinspirasi dari nama lagu yang diciptakan oleh band asal Swiss, Yello. Satu tahun setelahnya, Blender versi 1.0 dirilis pada bulan Januari 1995.

Saat NeoGeo dibubarkan pada tahun 1998, Roosendaal dan rekannya yaitu Frank van Beek mendirikan perusahaan baru yang berfokus pada pengembangan Blender bernama Not a Number (NaN) yang didirikan tepat pada bulan Juni 1998. Pada tahun itu juga distribusi Blender menggunakan strategi freemium yang mana software ini bisa didownload secara gratis namun berbayar untuk fitur-fitur yang lebih lengkap.

Kebangkrutan perusahaan Nan pada tahun 2002 memaksa Ton Roosendaal menghentikan pengembangan software Blender. Namun Roosendaal tidak habis akal, agar pengembangan Blender dapat terus berjalan, dia mendirikan organisasi non-profit bernama Blender Foundation pada bulan Mei 2002 dengan tujuan untuk melanjutkan pengembangan dan pemasaran Blender serta membuat Blender menjadi open source. Pada bulan Juli 2002, Roosendaal mengadakan penggalangan dana agar Blender dijadikan software yang sepenuhnya gratis tanpa ada pembayaran lagi untuk versi Blender dengan fitur yang lebih lengkap dan pada Oktober 2002 Blender menjadi perangkat lunak yang benar-benar gratis dan tidak ada sistem pembayaran sama sekali.

Fitur – Fitur pada Blender

1. Modeling

Semua 3D software memiliki fitur ini. Fitur ini memungkinkan kita untuk membuat sebuah objek 3D dari objek mesh seperti plane, cube, circle, uv sphere, ico sphere, cylinder, cone, dan torus. Selain objek yang disebutkan tadi, ada satu objek lagi yang cukup unik. Mungkin hanya tersedia software Blender saja, yaitu objek berbentuk kepala monyet yang diberi nama Suzanne.

2. Sculpting

Untuk fitur sculpting sendiri kamu bisa menggunakannya pada Sculpt Mode. Untuk switch mode dari Object Mode atau Mode yang lain kalian bisa menekan shortcut Ctrl+Tab dan pilih Mode yang diinginkan. Di bagian kiri jendela 3D View pada Sculpt Mode, kamu akan menemukan macam-macam brush yang bisa kamu gunakan pada objek.

3. Animation and Rigging

Blender memiliki fitur yang namanya rigging. Dengan fitur ini kamu bisa menambahkan semacam bone kepada karakter atau objek yang kamu buat. Setelah memberikan bone kepada objek, kamu bisa membuat animasi dengan mengubah posisi bone ini.

source : all3dp.com

4. Rendering

Rendering pada Blender digunakan untuk memproses semua objek yang ada di kamera menjadi sebuah gambar atau video. Untuk video sendiri biasanya proses rendering akan memakan waktu yang cukup lama karena Blender akan merender per frame dan untuk merender satu frame bisa memakan waktu sampai beberapa menit.

5. Grease Pencil

Fitur Blender yang satu ini sangat unik. Blender adalah perangkat lunak yang digunakan untuk membuat objek dan animasi 3D. Namun dengan adanya fitur grease pencil, kita dapat menggambar objek dan membuat animasi 2D pada Blender.

source : blendernation.com

6. VFX (Visual Effect)

Selain digunakan untuk 3D Modeling dan animasi 3D, kita juga dapat membuat efek visual atau yang biasa disebut dengan VFX untuk kebutuhan produksi film yang menggunakan green screen dan kita juga bisa melakukan motion tracking.

7. Scripting

Tahukah kamu kalau kita juga dapat melakukan scripting pada Blender? Blender dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Python, dengan kata lain scripting di Blender menggunakan bahasa pemrograman Python yang merupakan bahasa pemrograman yang sederhana dan mudah dipelajari. Dengan scripting kita bisa memanipulasi objek dengan menuliskan kode-kode python.

Kelebihan Blender

1. Tersedia secara Gratis

Blender tersedia secara gratis dan bisa didownload langsung dari websitenya. Inilah alasan mengapa banyak pemula yang belajar 3D Modeling menggunakan Blender selain karena fiturnya yang cukup lengkap. Meskipun tidak selengkap 3D software lainnya yang berbayar, fitur-fitur pada Blender terbilang cukup untuk memulai belajar pemodelan 3D.

2. Bersifat Open Source

Selain gratis, Blender juga bersifat open source yang mana kamu dapat memodifikasi perangkat lunak ini sesuai kebutuhan.

3. Bisa Digunakan di Sistem Operasi Manapun

Blender adalah software yang multiplatform atau dengan kata lain bisa digunakan di sistem operasi manapun. Blender tersedia di platform Windows, macOS, dan bahkan di Linux pun kita juga bisa menginstal perangkat lunak yang satu ini. Jadi jangan khawatir jika kamu adalah pengguna Linux, kamu tetap bisa menggunakan Blender tanpa harus menginstal windows.

4. Memiliki Library yang Cukup Banyak

Selain memiliki fitur yang lengkap, Blender juga memiliki library yang cukup banyak. Hal ini dikarenakan Blender memiliki komunitas yang sangat besar. Dan juga seperti yang sudah disebutkan di sejarahnya, Blender dimiliki oleh organisasi non-profit bernama Blender Foundation yang mana membuat komunitas Blender menjadi besar sehingga banyak orang yang mengembangkan library atau juga membuat aset-aset yang bisa digunakan di Blender atau software lain seperti Unity dan Unreal Engine.

Kekurangan Blender

Beberapa kelebihan yang sudah saya sebutkan di atas membuat Blender menjadi banyak diminati oleh semua kalangan. Namun di dunia ini tidak ada yang sempurna, begitu pula dengan Blender. Software Blender juga memiliki beberapa kekurangan yang membuatnya kurang bagus digunakan untuk kegiatan komersial berskala besar. Kekurangan Blender adalah sebagai berikut.

1. Sulit untuk Dipelajari

Salah satu kekurangan Blender adalah sulit untuk dipelajari. Salah satu alasan mengapa software ini sulit dipelajari adalah karena Blender memiliki tampilan yang sulit dipahami sehingga membuat pemula sedikit kebingungan saat pertama kali menggunakan software Blender.

2. Kurang Cocok untuk Produksi Skala Besar

Blender kurang cocok digunakan untuk memproduksi sebuah film atau animasi dengan skala besar. Blender pun jarang atau bahkan tidak digunakan di studio-studio besar. Mereka kebanyakan lebih sering menggunakan software lain seperti Autodesk Maya, Houdini, Cinema 4D, Modo, ZBrush, dan yang lainnya. Salah satu alasan mengapa studio-studio besar lebih memilih perangkat lunak lain yang berbayar daripada Blender yang gratis adalah perangkat lunak lain yang berbayar sebut saja Autodesk Maya atau yang bisa juga disebut dengan Maya saja, memiliki fitur dan tools yang lebih lengkap daripada Blender. Tapi itu adalah hal yang wajar karena ingat, Blender adalah perangkat lunak yang gratis, sedangkan Autodesk Maya berbayar. Jadi jangan berharap banyak jika Blender memiliki fitur yang kurang lengkap dari Autodesk Maya.

Menu