Apakah kalian tahu salah satu bahasa pemrograman yang sedang popular saat ini? Bahasa pemrograman yang sudah bisa digunakan untuk melakukan perkembangan Android yang sangat keren. Namanya adalah Kotlin, bahasa pemrograman yang satu ini bisa dibilang paling banyak digemari karena ada beberapa perbedaan dengan bahasa pemrograman lainya yang pastinya mudah dipahami dan mudah diterapkan. Mari kita simak pengertianya

Pengertian Kotlin

Kotlin adalah suatu bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh JetBrains yang memiliki teknik pengetikan yang statis dan bisa digunakan untuk pembatan aplikasi Android. Bahasa pemrograman ini bisa dibilang perkembangan atau perbaikan masalah yang ada dalam bahasa pemrograman Java. Jika dibandingkan dengan Java, Kotlin relative lebih ringan penulisanya. Ini menjadi salah satu alasan mengapa Kotlin menjadi mudah untuuk dipelajari dan diterapkan. Sebenarnya bahasa pemrograman yang satu ini juga bisa kalian gunakan untuk pembuatan website loh. Salah satu keunikanya lagi yaitu apabila kita menggunakan Kotlin, kita bisa erhindar dari NullPointerExceptions (NPE) yang bisa membuat Aplikasi kita eror karena Exception tersebut. Jadi jangan khawatir lagi apabila Kita menggunakan Kotlin sebagai Programing Language untuk aplikasi Android.

Kotlin Fundamental

Memulai suatu program dalam bahasa pemrograman Kotlin, dibawah ini kita akan menjelaskan beberapa dari program Kotlin.

1. Hello Kotlin

Apabila kita mempelajari suati bahasa pemrograman, pasti sudah tidak asing lagi kan dengan Hello Word/Hello Kotlin. Seperti biasanya syntax dasar yang akan digunakan pasti dari yang paling mudah dan mendasar agar bahasa pemrograman yang kita pelajari bisa di pahami dengan mudah dan tidak bertele tele. Berikut contoh kode dan penjelasan.

// main function

 fun main() {

 println(“Hello Kotlin!”)

 }

( // main function  )  Kode di samping disebut komentar, kenapa? Karena ada tanda //. Suatu komentar hanya digunakan untuk menandai saja atau untuk memperjelas suatu kode pemrograman. Tetapi jangan salah, komentar ini tidak akan ikut dalam proses kompilasi karena sudah pasti akan dilewatkan karena bukan merupakan suatu kode melainkan tanda saja. Apabila kita ingin memberikan komentar hanya dengan satu baris kita bisa menggunakan single line comment //. Tetapi apabila komentar yang kita berikan melebihi 1 baris maka kita gunakan saja multi-line comment /* komentar */. Tetapi kita juga harus hati hati dalam menggunakan komentar ini karena apabila kita menggunakan /* tanpa menggunakan akhiran */ maka bisa jadi itu menyebabkan eror dan tidak bisa dikompilasi oleh kotlin.
( main() ) Code di samping adalah sebuah fungsi yang harus ada di dalam sebuah program Phyton. ( println() ) adalah sebuah kode yang berfungsi untuk menampilkan sebuah teks atau mencetaknya kedalam konsol, selain ( println() ) ada juga ( print() ), perbedaanya adalah ( println() ) akan menambahkan suatu baris baru.

2. Data Types

Saat mempelajari suatu bahasa pemrograman, sudah pasti tidak luput dengan yang namanya tipe data. Tipe data adalah suatu tipe atau jenis data dari sebuah pengklasifikasian data. Ada beberapa tipe data yang akan kita pelajari, tetapi sebelum itu kita berkenalan dulu mengenai Variable. Kata kunci dari Variabel ini adalah var atau val, identifier, type dan initialization. Apabila kita strukturkan, maka akan seperti ini var identifier: Type = initialization .  Mari kita bahas lagi

var/val mempunyai fungsi yang berbeda pula, sebagai contoh, fungsi val bisa kita ubah nilai nilainya apablia sudah kita inisialisasikan. Seperti ini contoh codenya
var worker: String = “Title”

 worker = “Book”
Penjelasakn dari kode diatas adalah variable dengan nama worker yang memiliki isi atau nilai “Title” sudah berubah dengan isi/nilai “Book”. Berbeda dengan penggunaan val, kita tidak bisa mengubah nilai di dalamnya, apabila terpaksa merubah nilai/isi menggunakan val, maka eror akan terjadi. Kata kunci yang kedua yaitu identifier. Apabila kita lihat kode di atas identifier digunakan sebagai nama dari suatu variable. Perlu diingat juga bahwa suatu program pasti tidak bisa memiliki variable dengan nama yang sama, kita bisa membuat nama variable yang lain misalnya var perusahaan, var example, var quiz dan lain lain. Apabila kita tetap ingin menggunakan nama worker, bis akita akali dengan menambah suatu kata lain, misalnya workersatu, workerdua, workertiga, dan lain sebagainya, yang tertpenting jangan sampai sama ya. Yang ketiga yaitu Type. Type ini digunakan untuk menentukan jenis data, tetapi karena Kotlin ini bahasa pemrtograman yang statis maka kita tidak wajib untuk menuliskan tipe datanya. Yang selanjutnya ada initialization  atau nilai dari variabelnya. Selanjutnya akan saya jelaskan beberapa tipe datanya

a. Characters

Tipe data berbentuk teks pertama yang kita bahasan adalah Character yang direpresentasikan dengan Char. Apakah kalian pernah mendengar operasi increment (++) dan decrement (–)?. Sebenarnya operasi ini kita gunakan pada tipe data Number tetapi kita juga bisa menggunakannya di tipe data Char. Hal ini membuat tipe data Char menjadi semakin unik bukan.

b. Strings

Tipe data berbentuk teks selanjutnya yaitu Strings. Sebenarnya ini sedikit mirip dengan tipe data Char. Di dalam String memuat sejumlah karakter sudah berbentuk array. Di dalam kotlin ada 2 macam type Literal String. Type pertama yaitu Escaped String dan yang kedua yaitu Raw String. Kedua type tersebut mempunyai fungsi yang berbeda.  Escaped String biasa digunakan untuk membuang ketidakjelasan isi/nilai string. Type kedua yaitu Raw String, kita bisa membuat beberapa baris / multi line dengan type ini.

c. Array

Adalah tipe data yang sudah tidak asing lagi bagi para programmer. Dengan Array kita bisa menambahkan sejumlah objek dalam suatu variable. Salah satu library function Array yaitu arrayOf(). Di dalam arrayOf() kita bisa mencampurkan beberapa tipe data .

3. Functions

Function yaitu sesuatu yang berkaitan dengan program yang kita jalankan. Pada Kotlin untuk mendeklarasikan Functions kita awali dengan fun  selanjutnya sudah pasti kita harus membuat dan menambahkan nama functionsnya. Setelah menambahkan Namanya yaitu tambahkan juga parameter, parameter itu berada dalam sebuah tanda kurung. Di dalam tanda kurung itu kita harus menuliskan nama parameter dan juga tipe parameter itu sendiri. Setelah it tentukan juga tipe kembaliannya. Contoh kodenya yaitu

fun setUser(name: String, age: Int): String

Dapat dijelaskan bahwa setiap tipe parameter harus dipisahkan tanda  : , dan juga penggunaan tanda ( , ) untuk memisahkan parameter satu dan lainya.

4. If Expressions

Suatu alur program ini juga bukan menjadi hal yang asing lagi bagi kita, yang telah mempelajari suatu bahasa pemrograman pasti pernah menemui suatu statement. Kata kunci dari If Expressions yaitu if. Di dalamnya bisa terdapat satu kondisi maupun beberapa kondisi. Apabila kita memiliki 3 kondisi maka kita harus menggabungkan else if. Intinya apabila baris pada else if masih bernilai false maka akan berlanjut ke branch selanjutnya

Menu