Penjelasan Tentang Bootstrap

Mengenai Bootstrap, Bootstrap dirilis open-source atau sumber terbuka pada 19 Agustus 2011 yang dirancang oleh Mark Otto dan Jacob Thornton . Setelah itu dikembangkan oleh Bootstrap Core Team. Bootstrap merupakan framework yang sering digunakan untuk mempermudah pengguna atau user untuk membuat yang berhubungan dengan tampilan atau design Web. Biasanya Bootsrap digunakan untuk perancangan Front-End pada Web. Framework yang digunakan Bootstrap berupa HTML yang berfungsi sebagai membentuk struktur halaman pada Web, CSS berfungsi sebagai memperbagus tampilan pada halaman tersebut dan menggunakan JavaScript pada jQuery sebagai library lintas platform . Karena Bootstrap bersifat open-source, hal tersebut bertujuan untuk memperbudah user dan juga dapat menghemat waktu ketika membuat tampilan Web.

Tiga File Penting Yang Ada Pada Bootstrap:

Bootstrap.css

Pada bagian Bootsrap.css berfungsi sebagai mengelola layout dari Web. Dengan adanya HTML dan CSS bisa membuat tampilan Web menjadi lebih beragam designnya. Satu file CSS bisa mengarahkan halaman web yang dapat merubah gaya teks, halaman web, tampilan gambar atau tambel, dll.

Bootstrap.js

Dengan adanya file JavaScript lebih tepatnya jQuery pada Bootstrap, user dapat melakukan lintas platform dan open-source. JavaScript pada Bootstrop bertanggung jawab sebagai interaktivitas website. Dengan adanya jQuery, user tidak perlu mengetik kembali baris kode yang telah dibuat.

Glyphicons

Pada Bootstrap terdapat ikon-ikon yang telah disediakan. Dengan adanya ikon yang tersedia, user dapat memanfaatkan untuk membuat tampilan Web menjadi lebih menarik. Karena pada dasarnya ikon bisa diartikan sebagai simbol atau lambang yang berbentuk sebuah objek.

Fungsi Bootstrap

Fungsi dari Bootsrap adalah untuk memperbudah user dalam mendisgn tampilan Web. Karena pada dasarnya Bootstrap digunakan sebagai pembuatan Web yang responsif. Bootstrap juga membantu dalam mengembangkan Web secara dinamis. Pada Bootstrap kita dapat menambahkan style.css sendiri untuk membuat tampilan Web sesuai selera. Dengan adanya fituer gird, kita dapat mengatu layout Web.

Mengenai Versi Pada Bootstrap

Bootstrap memiliki berbagai versi. Bootstrap dimulai dari versi 2 dan dikembangkan sampai sekarang menjadi versi 5.

Awal Mula Bootstrap

Dari source yang ada, saya tidak menemukan adanya Bootstrap versi 1. Karena pada dasarnya Bootstrap dulu digunakan sebagai pengembang Twitter dan Bootstrap masih bernama Twitter Blueprint. Lalu Twitter Blueprint dibuat menjadi open-source dan hal tersebut memicu untuk terus mengembangkan Twitter Blueprint. Dan pada akhirnya Twitter Blueprint diganti namanya menjadi Bootstrap.

Bootstrap Versi 2

Pada versi 2, Bootstrap menambahkan dua belas sistem tata letak kolom grid (susunan kerangka) yang merespon dengan cepat. Dengan adanya dukungan bawan dari Glyphicons, menyediakan beberapa komponen baru serta memperbaiki beberapa komponen lama. Pada veri 2 Bootstrap sudah menambahkan design web responsif yang berarti tampilan web pada komputer atau laptop sudah menyesuaikan dengan lebar layar atau resolusi komputer yang digunakan.

Bootstrap Versi 3

Lalu pada versi 3, Bootstrap mendesign ulang komponen-komponen yang ada. Pada versi kali ini Bootstrap berusaha untuk menambahkan design web responsif pada tampilan mobile. Ketika membuka web pada mobile, maka web yang terbuka hasilnya akan menyesuaikan dengan lebar layar mobile.

Bootstrap Versi 4

Pada versi kali ini yaitu versi 4, Bootstrap mengembangkan hasil tampilan pada web. Yaitu dengan menambahkan beberapa fitur tambahan dengan memberikan tampilah yang lebih baik. Pada Bootstrap versi 4 memperindah pada bagian tema misalnya pada warna, fonts yang bisa berubah-rubah, tampilan icon, dan sebagainya. Itulah mengapa banyak yang menggunakan versi 4 ketika sudah dirilis. Pada Bootstrap versi 4 melakukan peralihan yaitu sudah tidak menggunakan Less dan mencoba hal baru menggunakan Sass, setelah itu memperbaiki objek media untuk gambar. Mengganti tipe pixel menjadi tipografi (em).Bootstrap mengalami versi update dari versi 4 ke versi 4.4.1 yang menambahkan fitur seperti cards, flexbox, dan plugin yang dibuat oleh jQuery sudah tersedia.

Perbedaan Antara Bootstrap Versi 3 dengan Bootstrap Versi 4

Pada Bootstrap versi 3 masih menggunakan Less sedangkan versi 4 sudah menuju ke Sass. Pada Bootstrap versi 3 ukuran font masih 14px sedangkan pada versi 4 ukuran font diubah menjadi 16px. Ukuran font tersebut bisa diubah dengan kemauan user. Pada Bootstrap versi 4 sudah mendukung untuk mengubah tampilan header pada web dan juga dapat memberikan judul pada tabel. Serta dapat memberikan warna dark (gelap) atau light (terang), Sedangkan pada Bootstrap versi 3 sudah terdapat header tetapi masih belum bisa untuk mengubah tampilan header. Pada versi keempat sudah tidak mendukung web Internet Exploler 8 dan 9 serta tidak mendukung iOS 6.

Bootstrap Versi 5

Dan pada akhirnya Bootstrap telah mencapai versi 5 yang masih tergolong baru. Karena baru rilis pada tahun 2020 lebih tepatnya pada tanggal 16 Juni 2020. Tetapi pada versi 5 alpha belum bissa dibilang stabil. Pada versi kelima mengalami banyak pembaharuan atau update. Salah satunya menghapus semua yang berkaitan dengan jQuery lalu berganti menggunakan vanilla dari JavaScript karena mengikuti perkembangan dari JavaScript. Versi tersebut juga menambahkan ikon yang telah didukung oleh SVG (Scalable Vector Graphics) karena pada versi sebelumnya belum ada ikon yang berupa SVG, serta menyederhanakan CSS dan JavaScript. Pada versi tersebut sudah tidak mendukung web Internet Exploler 10 dan 11. Tujuan dari versi kelima adalah membuat framework menjadi lebih ringan, sederhana, dan lebih cepat untuk pengguna.

Kelebihan dan Kekurangan Bootstrap

Berikut adalah kelebihan dari Bootstrap:

  1. Responsif: Hasil web akan menentukan atau menyesuaikan dengan lebar layar.
  2. Bersifat open-source: beberapa fitur yang disediakan bisa diambil secara gratis.
  3. Menghemat waktu: Karena bisa menggunakan komponen dan template yang tersedia di Bootstrap.
  4. Mudah untuk digunakan: Untuk masa kini sudah banyak orang yang menggunakan Bootstrap dikarenakan sangat mudah untuk membuat sebuah web dikarenakan user tidak perlu mengimput ulang secara terus menerus. Dan juga terdapat HTML, CSS, dan JavaScript yang dapat memperbudah para user.
  5. Bisa digunakan hampir semua browser: Bisa digunakan pada browser modern seperti Opera, Chrome, Mozila FireFox, dll.
  6. Dukungan dari JavaScript: Bootstrap didukung oleh JavaScript untuk mengembangkan Web dengan tampilan yang menarik.
  7. Memiliki komponen yang banyak: Pada Bootstrap menyediakan banya fitur atau komponen untuk mempermudah user. Dengan adanya penggguna yang banyak menggunakan Bootstrap sebagai framework, para user dapat bertukar informasi atau template dengan user yang lain.
  8. Bersifat fleksibel: Bootstrap bersifat fleksibel dikarenakan pada Bootstrap dapat mengembangkan sesuai dengan keinginan user sehingga pengembangannya lebih mudah, cepat, dan efesien jika menggunakan sebuah frame.
  9. Bisa menambahkan warna: Dikarenakan pada versi keempata pada Bootstrap sudah bisa menambahkan warna, maka dari itu para user sudah dapat menghias tampilan pada Web.

Berikut adalah kekurangan dari Bootstrap:

  1. Menghabiskan kapasitas memory: Dikarenakan file-file Bootstrap yang berisi berbagai fitu dan komponen untuk user, hal tersebut membuat file berukuran cukup besar.
  2. Terlalu fokus pada coding: Para user difokuskan pada coding sehingga membuat user kurang kreatif untuk mendisign Web yang diinginkan.
Menu