Mungkin bagi orang awam, memotret adalah hal yang sangat mudah, karena kelihatannya kita hanya perlu menekan satu tombol lalu jadi, padahal ada beberapa hal yang harus diperhatikan, dan apabila kita menggunakan kamera DSLR, maka akan lebih banyak yang perlu di setting, untuk menghasilkan sebuah foto yang diinginkan.

Jika kita tertarik pada dunia fotografi dan ingin memulainya, kita tidak perlu memaksakan untuk membeli kamera yang mahal, tetapi pelajarilah teknik dasarnya terlebih dahulu, dan komposisinya yang nanti akan dijabarkan dibawah ini.

Pengertian Fotografi

Fotografi merupakan sebuah proses penangkapan gambar yang memanfaatkan media sinar cahaya, yang kemudian akan diterima oleh sensor kamera untuk diolah menjadi gambar. Fotografi sendiri diambil dari bahasa Yunani, yaitu “Photos” yang artinya cahaya, dan “Grafo” yang artinya melukis. 

Fotografi adalah bagian dari seni, itu artinya untuk menghasilkan hasil foto yang bagus, kita tidak bisa asal foto, karena ada beberapa komposisi yang harus diterapkan. Namun, ada juga foto yang dipotret tanpa menggunakan komposisi, tetapi masih enak dipandang dan memiliki nilai seni, biasanya itu disebut “Breaking the Rules”.

Dalam dunia fotografi, mengatur pencahayaan adalah hal yang paling utama. Tetapi selain itu, masih banyak hal yang harus diperhatikan, seperti coloring, penempatan objek, dll.

Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam memotret.

>Segitiga Exposure

Segitiga Exposure adalah hal yang harus disetting terlebih dahulu sebelum memotret, karena inilah yang akan menentukan terang gelapnya hasil gambar. Segitiga Exposure sendiri meliputi Shutter Speed, Aperture, dan ISO.

1. Shutter Speed

Shutter Speed adalah lamanya kecepatan sensor kamera terbuka untuk menerima cahaya sampai sensor tertutup kembali. Sensor kamera akan mulai terbuka saat kita menekan tombol shutter pada kamera.

Sebagai contoh, jika pada layar kamera tertulis 1/100”, itu artinya dalam waktu seperseratus detik sensor kamera akan menangkap gambar. Semakin besar angka shutter speed, maka akan semakin lama sensor kamera menerima cahaya, dan jika semakin kecil angka shutter speed, maka akan semakin cepat sensor kamera menerima cahaya.

Sehingga, jika kita memasang angka shutter speed yang besar, maka kemungkinan foto mendapatkan shaky/motion blur semakin besar. 

Shaky blur adalah blur yang dihasilkan karena tangan yang tidak stabil saat memotret, sedangkan motion blur adalah blur yang dihasilkan karena objek yang bergerak saat dipotret.

2. Aperture

Aperture adalah lebarnya bukaan pada lensa. Semakin lebar bukaan lensa, maka akan semakin banyak cahaya yang masuk dan semakin terang foto yang dihasilkan. Dan jika semakin kecil bukaan pada lensa, maka akan semakin sedikit cahaya yang masuk dan semakin gelap foto yang dihasilkan. Selain itu, aperture juga mempengaruhi intensitas blur atau bokeh, semakin lebar bukaan pada lensa, maka akan semakin bokeh foto yang dihasilkan.

Untuk mengetahui seberapa lebar bukaan lensa, kita bisa melihat huruf F pada layar, semakin kecil angkanya, maka semakin lebar bukaan pada lensa, dan jika semakin besar angkanya, maka semakin kecil bukaan pada lensa.

Aperture pada umumnya diatur pada kamera, namun ada juga lensa yang menyediakan ring aperture untuk mengatur aperture secara manual.

3. ISO

ISO adalah tingkat sensitivitas sensor kamera dalam menerima cahaya. Semakin besar angka ISO, maka akan semakin sensitif sensor kamera dalam menerima cahaya, dan semakin kecil angka ISO, maka sensor kamera tidak begitu sensitif dalam menerima cahaya. ISO adalah salah satu penyebab adanya noise dalam hasil foto, biasanya angka ISO 800, 1600, 3200 dan seterusnya, akan menghasilkan foto yang noise, jadi ISO 100, 200, 400 adalah pilihan yang tepat untuk hasil foto yang bersih tanpa noise.

>Light Metering

Setelah kita mengatur shutter speed, aperture, dan ISO, kita perlu mengetahui settingan kita agar pas, tidak terlalu gelap (under exposure) ataupun terlalu terang (over exposure), dengan cara melihat light metering.

Jika garis berada di angka -2 kebawah, maka sudah dipastikan foto yang dihasilkan akan under exposure. Dan jika garis berada di angka +2 keatas, maka sudah dipastikan foto yang dihasilkan akan over exposure.

Angka -1 adalah pilihan yang tepat, jika ingin memotret di ruangan terbuka atau outdoor. Dan angka 0 dan +1 adalah pilihan yang tepat, jika ingin memotret di ruangan tertutup atau indoor.

>White Balance

White balance digunakan untuk menyesuaikan warna putih, agar tidak terlalu kuning ataupun terlalu biru. White balance juga bisa dipakai untuk menentukan warna temperatur. Jika ingin menghasilkan foto yang warm, bisa memilih white balance yang Daylight, namun jika hasil foto ingin terlihat cool, maka bisa memilih white balance yang Tungsten. Kita juga bisa menyesuaikan white balance sesuai kondisi, jika berada di luar ruangan atau outdoor namun berawan, maka bisa memilih white balance Cloudy. Jika berada di luar ruangan namun panas terik, bisa memilih white balance Daylight. Dan jika berada di dalam ruangan atau di tempat yang teduh, kalian bisa memilih white balance yang Shade.

>Rule of Third

Rule of third adalah cara kita menempatkan objek pada grid yang terdapat pada layar kamera, selain itu grid juga bisa digunakan supaya hasil foto tidak miring ke kanan maupun kiri. 

Untuk menempatkan objek, kita bisa menaruhnya di garis kanan atau garis kiri, titik kanan atas, titik kanan bawah, titik kiri atas, dan titik kiri bawah. Namun, jika kita ingin memotret landscape, kita bisa menempatkan cakrawala di grid garis bawah.

>Teknik Pengambilan Gambar

Berikut beberapa teknik pengambilan gambar yang bisa kalian pakai sebagai referensi.

1. Long Shot

Long Shot adalah teknik pengambilan gambar yang memperlihatkan keseluruhan dari kepala sampai kaki.

2. Medium Shot

Medium shot adalah teknik pengambilan gambar yang hanya memperlihatkan setengah badan.

3. Close Up

Close Up adalah teknik pengambilan gambar yang memperlihatkan detail.

>Golden Hour

Golden hour adalah jam jam yang tepat untuk memotret, yaitu pada jam 06.00-09.00 atau pada jam 15.00-18.00.

Mengapa pada jam tersebut, karena warna sinar matahari pada jam tersebut sangatlah bagus, dan posisi matahari juga tepat untuk memberikan shadow yang bagus, jadi jika kita melakukan pemotretan saat matahari sedang diatas kepala, itu akan memberikan shadow yang buruk, karena shadow yang baik adalah menyamping, maka dari itu kita memerlukan sumber cahaya yang berasal dari samping.

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memotret, ini sangat berguna buat kalian yang masih pemula maupun yang belum tahu. Jadi mengatur segitiga exposure adalah hal utama yang harus kita atur sebelum kita memotret, dan perlu diingat bahwa jika kita berada di tempat yang berbeda, maka settingan kamera pun juga berbeda. Dan jangan lupa juga untuk memperhatikan waktu, karena ada jam jam khusus untuk melakukan pemotretan. Semoga ini bisa menambah wawasan kalian. Mohon maaf jika ada salah kata atau salah penyebutan. Sekian dan Terima Kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu