Untuk Apa Object Oriented Programming Itu di Buat?

https://upanastudio.com/uploads/blogs/c8334866b167c8b73d9859bd7d833ac7.png

Seperti yang kita ketahui, pada saat ini dunia dan teknologi berkembang dengan sangat pesat. Pengembangan-pengembangan di lakukan setiap saat, untuk dapat mengikuti tuntutan dari peradaban manusia akan kebutuhas software berteknologi tinggi, yang  tidak lain bertujuan untuk mempermudah kehidupan sehari-hari kita.

Setiap system dituntut untuk bisa sekompleks mungkin. Bahasa pemprogaman tradisional yang dulu bertujuan untuk bisa memenuhi tuntutan tersebut, karena adanya kompleksitas algoritma yang meningkat pesat, maka di perlukan suatu trobosan baru. Untuk dapat mengatasi masalah tersebut , prinsip OOP (Object Oriented Programming ) atau dalam bahasa indonesia diartikan Pemprograman Berorientasi Objek mulai di perkenalkan.

OOP (Object Oriented Programming)  menawarkan cara yang sangat baik untuk mengatasi kebutuhan kompleksitas tersebut. Object Oriented Programming juga dapat membuat program yang sesuai dengan penerapan di kehidupan sehari hari, tentu semua itu sangat memudahkan kita di era perkembangan saat ini

Pada artikel ini, Kami akan memberikan informasi mengenai beberapa konsep dasar pendekatan OOP (Object Oriented Programing).

Sebenarnya Object Oriented Programming Itu Apa?

Object Oriented Programming atau biasa di singkat OOP jika di artikan dalam Bahasa Indonesia adalah Pemprograman Berbasis Object, merupakan salah satu cara membuat sebuah program yang fokus berorientasi pada object, yaitu dengan cara membagi alur dari program yang telah ada menjadi bagian-bagian sederhana atau di sebut juga object. Setiap dari object-object tersebut memiliki sebuah fungsi dan tugas tersendiri, object-object tersebut juga dapat saling berkaitan dan membentuk sebuah kelompok, kelompok itu bisa juga disebut sebagai class.

Object-object dalam klas tersebut akan saling berhubungan satu sama lainnya, agar dapat menyelesaikan suatu problem dalam sebuah program. Berbeda dengan sebelumnya di mana pengembang menggunakan Procedural programing yang membagi program menjadi beberapa fungsi dan lebih focus pada logic, dengan Object Oriented Programming pengembang akan lebih terfokus pada object untuk di manipulasinya. Tentu saja itu sangat membantu kebutuhan pengembang di era-era saat ini.

Prinsip Utama Dalam Object Oriented Programming

Dalam Object Oriented Programming terdapat empat pinsip penting yang dikenal sebagai dasar penggunaannya, empat prinsip tersebut dapat juga di nyatakan sebagai syarat penerapan konsep Object Oriented Programming, di sini kami juga akan menjelaskan tentang empat prinsip tersebut.

Encapsulation

Enkapsulasi data atau pembungkusan data merupakan salah satu prinsip penting dalam Object Oriented Programming, Enkapsulasi ini dapat memudahkan dalam membaca kode, karena informasi yang di paparkan di dalamnya merupakan suatu kesatuan, dimana kita tidak perlu membacanya secara rinci.

Cara kerja Enkapsulasi adalah dengan mengikat atau menggabungkan/pembungkusan data menjadi satu unit data atau class, data atau bisa disebut juga object di dalam class tersebut dapat berdiri sendiri dan tidak bergantung pada data lainnya.

Dengan Enkapsulasi ini setiap data tidak dapat di akses secara langsung, jika anda ingin membacanya anda harus melakukan pemanggilan pada fungsi anggota dalam object, pada saat itu fungsi akan membaca data dan mengembalikannya kepad anda, ini juga dapat meminimalisir terjadi perubahan data secara tidak sengaja.

Inheritance

Inheritance dalam konsep OOP Object Oriented Programming merupakan kemampuan untuk menciptakan sebuah class baru, jadi kita bisa membuat class baru dengan memanfaatkan fungsi turunan, dimana fungsi tersebut berisikan beberapa property yang ada di class sebelumnya atau memiliki kemiripan dengan fungsi yang sudah ada atau bisa disebut dengan pewarisan.

Pada Inheritence class baru disebut juga dengan class turunan (subclass), dan class sumber disebut juga class dasar (superclass), setiap class baru memiliki kesamaan dengan class dasarnya dalam hal method dan attribut yang ada si dalamnya.

Contoh Inheritence
  1. Class ibu adalah superclass dari class anak.
  2. Class anak adalah subclass dari class ibu.
  3. Class makanan adalah superclass dari class bakso, nasi goreng, dan juga soto.
  4. Class bakso, nasi goreng, dan juga soto merupakan subclass dari class makanan.
Keuntungan Penggunaan Inheritence
  1. Subclass dan superclass, walaupun keduanya mirip tapi subclass memiliki method dan atribut yang specific, yang membedakannya dengan superclass.
  2. Programmer di untungan dengan adanya reuse karena dia dapat memakai ulang code-code dari superclass yang sebelumnya.
  3. Adanya abstract class, yaitu pada superclass dan subclass terdapat class-class yang memiliki definisi dengan method dan atribut yang bersifat umum.

Polymorphism

Salah satu tanda atau ciri dari Object Oriented Programming adalah adanya prinsip Polymorphism, bahkan dapat di katakana tanpa adanya prinsip ini suatu pemprograman tidak bisa di sebut sebagai OOP (Object Oriented Programming).

Polymorphism adalah kemampuan suatu data atau pesan untuk bisa di proses lebih dari satu bentuk, ini memungkin kan kita untuk mengakses data yang berbeda beda melalui satu interface.

Sebagai contoh, anda memiliki fungsi untuk menghitung 3 luas bangun yang berbeda (lingkaran, jajargenjang, dan belah ketupat), dengan menggunakan prinsip Polymorphism, anda dapat melakukan satu fungsi perhitungan ke 3 bangun tersebut dengan tiap benda memiliki metode perhitungan masing-masing , ini akan sangat mempermudah dalam melakukan satu perintah pada beberapa class.

Abstraction

Prinsip ke empat adalah Abstraction, dengan prinsip ini pengambang dapat memerintahkan fungsi tanpa perlu mengetahui proses bekerjanya fungsi tersebut, dengan ini abstraction berfungsui untuk menyembunyikan data detail, jadi hanya memberikan informasi data luar yang benar benar di perlukan pengembang.

Contoh mudahnya adalah, dalam kehidupan sehari-hari, kita hanya perlu menggunakan laptop tanpa perlu mengetahui proses pembuatan laptop, dan dari mana bahan-bahan itu di dapatkan.

Kelebihan Object Oriented Programming

Parallel Development

Paralel Development ini sangat membantu dalam sebuah tim programmer, dengan meningkatkan ke efisiensian waktu, dimana setiap anggota dapat membuat class sendiri dalam waktu yang bersamaan, kemudian class tersebut dapat di gabung menjadi satu kesatuan.

Reusable

Dengan Reusable prinsip Object Oriented Programming , anda dapat menggunakan Kembali class-class yang penah anda buat sebelumnya. ini sangat membantu Ketika anda mengerjakan project yang sejenis, tapi tetap fleksible karena setiap classnya tetap bisa di rubah sesuai kebutuhan.

Scalability

Dengan prinsip Object Oriented Programming, memungkinkan untuk kita melakukan pengambangan dari program yang sudah ada Scalability, dengan menambahkan beberapa object, fungsi , atau class baru dengan mudah, program tersebut juga tetap dapat berfungsi dengan baik.

Kekurangan Object Oriented Programming  

Kurang Efisien

Penggunaan OOP membutuhkan device dengan spesifikasi yang tinggi, karena prinsip ini cukup memakan daya pada CPU, sehingga untuk melakukan pengembangan di sarankan untuk menggunakan perangkat terbaru.

Dibutuhkannya Manajemen Data Yang Ketat

Hal ini cukup meresahkan para pengembang, karena perlunya control ketat dalam manajemennya, apa bila terdapat kode yang kurang berfungsi, maka OOP akan otomatis mengeluarkan kode baru, hal ini akan menambah beban perangkat kita.

Kemungkinan Duplikasi

Dengan berbagai sajian kemudahan dalam OOP yang sangat memudahkan pengembang, proses pengembangan program akan jadi lebih mudah, namun bisa juga berdampak pada pengerjaan project yang terkesan seperti sekedar duplikasi.

Menu