Apa Desain Produk itu ?

Desain adalah sebuah rancangan atau perencanaan dalam membuat suatu objek atau lebih luasnya desain merupakan seni terapan dan rekayasa yang berintegrasi dengan teknologi. Sedangkan Produk secara umum yaitu sesuatu yang mampu dihasilkan dari proses produksi berupa barang ataupun jasa yang nantinya akan dipejualbelikan.

Maka Desain Produk (Industrial Design) atau bisa disebut desain kemasan yaitu sebuah pengembangan konsep, pengujian, ide dan pelaksanaan jasa.

Maksud dan Tujuan Desain Produk

Desain Produk memiliki maksud dan tujuannya untuk membantu sebuah perusahaan untuk mengembakan dan menciptakan produk baru sesuai dengan keinginan para pelanggan.

Tujuan Desain Produk :

  1. Untuk identitas sebuah produk
  2. Untuk menghasilkan produk yang mengikuti trend.
  3. Untuk mengahasilkan produk yang berkualitas tingi dan berkelas agar mendapat nilai jual tinggi.

Desain Produk memiliki fungsi

  1. Menghindari sebuah kegagalan yang mungkin akan terjadi pada pembuatan produk.
  2. menentukan standar dan spesifikasi produk
  3. Membuat produk lebih unggul dari pesaing lain dalam hal daya jual.
  4. Menciptakan nilai yang lebih.
  5. Mengetahui kelayakan pada produk apakah memenuhi syarat atau masih perlu untuk diperbaiki.

Kemasan Desain Produk

Kemasan merupakan desain kreatif yang berkaitan dengan bentuk, struktur, material, warna, dan elemen elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat di pasarkan.

Fungsi kemasan produk

Fungsi protektif

Fungsi protektif merupakan sebuah fungsi yang tujuannya untuk melindungi produk yang ada pada dalam kemasan dengan perbedaan tekanan, suhu, dan cuaca.

Fungsi promosional

Fungsi promosional merupakan sebuah fungsi yang bertujuan untuk promosi agar produk yang akan dijual diketahuai orang orang.

Selain berfungsi untuk media pemasaran, kemasan juga memiliki beberapa fungsi yaitu untuk melindungi produk agar mengurangi terjadinya kerusakan, busuk dan Memperkuat sebuah citra produk.

Jenis-jenis kemasan produk

Kemasan produk memiliki beberapa jenis kemasan diantara lain yaitu kemasan gelas, kemasan kertas, kemasan plastik, kemasan logam, Edible Packaging atau kemasan yang ramah lingkungan dan Biodegradabale Packaging atau kemasan yang dapat di daur ulang secara alami ataupun secara mikroba dalam tanah.

Syarat kemasan produk

Syarat syarat kemasan pada produk yaitu

  1. harus cocok dengan bahan yang dikemas karena jika salah dalam memilih bahan kemasan akan merugikan.
  2. syarat syarat kesehatan harus terjamin,
  3. tidak beracun dan tidak mengganggu kesehatan pada manusia baik itu secara langsung maupun tidak langsung seperti pada kandungan Pb yang besifat racun bagi manusia.
  4. Bahan kemasan tidak beracun dan produk yang dikemas tidak menujukan kerusakan karena adanya mikroba, bahan kemasan tidak boleh digunakan kalau tidak menjamin syarat syarat kesehatan atau sanitasi
  5. kemudahan untuk menutup dan membuka dikarenakan konsumen lebuh memilih produk dengan kemasan yang mudah untuk dibuka dan ditutup.
  6. keamanan dan kemudahan dalam mengeluarkan isi sebuah produk,
  7. bentuk,ukuran dan berat,ukuran kemasan sangat erat pada penanganan selajutnya, baik itu dalam penyimpanan, transportasi ataupun sebagai alat yang menarik perhatian para konsumen.
  8. kemasan ini harus mempunyai tampilan yang menarik pada segi bahan.
  9. Dapat mencegah adanya kepalsuan,kemasan berfungsi untuk pengaman dengan membuat kemasan yang khusus sehingga tidak sulit untuk dipalsukan dan apabila ada pemalsuan dapat dengan mudah dikenali.
  10. Kemudahan untuk membuang kemasan produk.

Merancang kemasan produk.

Untuk mendesain atau merancang sebuah produk ini tergantung pada tingkatan kreatifitas dari desainer.

Label harus mudah untuk dimengerti

Label pada kemasan produk ini harus mencantumkan kata-kata, logo, kalimat, nama ataupun gambar yang mudah untuk dimengerti.

Harus terdapat informasi yang relevan

Sebuah label juga harus memuat informasi yang relevan. Untuk menghindari penulisan label dengan huruf yang berukuran kecil.

Beberapa hal yang harus tercantum pada sebuah label kemasan produk yaitu :

  1. Nama produk
  2. Komposisi bahan baku
  3. Volume bersih atau Netto
  4. Stempel atau merek dagang
  5. Nama distributor
  6. Nama produsen
  7. Nomor registrasi atau ijin dari dinas kesehatan
  8. Logo halal
  9. Kode prduksi
  10. Waktu kadaluarsanya best before date dan use by date.

Model kemasan produk kreatif

Model kemasan produk yang unik dan kreatif selalu menarik perhatian bagi calon konsumen, untuk model kemasana produk ini harus mendukung nilai pemasaran sehingga konsumen juga akan mengingat pada produk yang akan dijual.

Menurut Kotler (2003), ada enam faktor yang akan mempengaruhi untuk menentukan kemasan produk yaitu :

Warna

Konsumen lebih melihat warna jauh lebih cepat daripada bentuk ataupun ukuran pada saat menentukan sebuah kemasan produk. Fungsi warna selain untuk identifikasi, warna juga untuk meningkatkan dan mencitrakan daya beli.

Bahan

Beberapa macam bahan yang digunakan sebagai kemasan produk antara lain kertas, aluminium, foil dan lain lain.

Bentuk

Bentuk sederhana yang memiliki daya tarik dan keunikan akan mengundang minat konsumen untuk membeli produk.

Ukuran

Ukuran kemasan tergantung pada jenis produk, volume,tebal dan tipis kemasan.

Logo

Logo dan Merk dagang sangat penting untuk meningkatkan simbol daya saing produk.

Topografi

Topografi adalah muatan teks pada sebuah kemasan yang menyampaikan pesan untuk menjelaskan produk yang akan dijual

Klasifikasi Kemasan Produk

Berdasarkan frekuensi dari pemakaian

  • Kemasan untuk sekali pakai, Kemasan sekali pakai atau disposable merupakan kemasan yang langsung dibuang setelah dipakai. Misalnya kotak karton lipat minuman sari buah, bungkus dari daun-daunan.
  • Kemasan yang dapat dipakai berulangkali (multitrip) yaitu botol kecap, botol sirup.
  • Kemasan yang tidak pernah dibuang sehingga digunakan terus enerus oleh konsumen (semi disposable), wadah wadah itu biasanya digunakan untuk kepentingan lain di rumah si konsumen contohnya, botol air mineral untuk digunakan tempat air minum dirumah.

Struktur kemasan klasifikasi berdasarkan kontak produk dengan kemasan.

  • Kemasan primer adalah membungkus pada produknya atau biasa disebut kemasan eceran, contohnya yaitu kaleng susu, bungkus tempe, botol minuman.
  • Kemasan sekunder adalah kemasan untuk melindungi kemasan primer agar tidak terjadi kerusakan pada produknya. Contohnya tali untuk menali kemasan produk, wadah susu kaleng, karton.
  • Kemasan tersier adalah kemasan untuk membungkus setelah kemasan primer dan sekunder. Contohnya palet yang terbuat dari kayu,shrink wrap agar memudahkan untuk proses transportasi dan juga untuk melindungi kemasan produk primer dan sekunder.

Sifat Kaku pada Bahan Kemasan

  • Kemasan fleksibel adalah sebuah kemasan bersifat flexsibel yang terbuat dari bahan plastik lentur, contoh kemasan flexsibel yaitu alumunium foil, kertas dan jenis plastik yang dapat di direkatkan.
  • Kemasan semi adalah bahan kemasan yang bersifat kemasan semi kaku yaitu botol plastik
  • Kemasan kaku adalah bahan kemasan yang bersifat keras, kaku, tidak gampang di lenturkan, contohnya ada kayu, logam dan gelas.

Kemasan berdasarkan kesiapan

Jenis kemasan yang dilhat adalah kesiapan pada kemasannya untuk digunakan misalnya yaitu :

  1. Kemasan yang siap pakai, dan desain untuk bisa langsung dipakai.
  2. Kemasan yang siap untuk dirakit, yaitu jenis kemasan yang perlu dirakit terlebuh dahulu sebelum digunakan.
Menu