Manajemen Bandwidth

Bandwidth adalah maksimal besar transfer yang dapat dilakukan pada satu waktu dalam pertukaran data. Kata bandwidth sering kita dengar apalagi saat membahas mengenai kecepatan dalam mengakses internet.

Pada artikel ini nanti saya akan membahas mengenai pengertian konsep dasar, konfigurasi, dan pastinya troubleshooting  Manajemen Bandwidth jaringan.

Apa Sih Bandwidth Itu?

Bandwidth adalah lebar data yang dihidangkan di dalam infrastruktur jaringan, bergantung berasal dari teknologi media atau model protokol yang digunakan di dalam infrastruktur jaringan untuk melewatkan data. Bandwidth termasuk disimpulkan sebagai kapasitas atau energi tampung suatu channel komunikasi untuk dapat dilewati sejumlah traffic informasi atau di dalam satu watu tertentu. Pada umumnya bandwidth dihitung di dalam satuan bit, kbit, atau Bps (Byte per second). Pengertian Manajemen sendiri adalah sebuah sistem untuk menyesuaikan suatu hal yang dijalankan oleh sekelompok orang atau organisasi untuk menggapai suatu tujuan.

Gambar 1.1 Ilustrasi Manajemen Bandwidth

Manajemen bandwidth digunakan sebagai pengalokasian yang tepat dari suatu bandwidth untuk mendukung kebutuhan suatu layanan jaringan dengan harapan, jaringan yang dikembangka dapat berjalan secara baik dan maksimal sesuai dengan tujuan.

  1. QoS (Quality of Service)

Dalam jaringan komputer terkandung suatu indikator yang menjamin kualitas jaringan selanjutnya yang disebut dengan QoS (Quality of Service). QoS adalah kemampuan suatu jaringan untuk sedia kan fasilitas yang baik, dengan sedia kan bandwidth, menangani delay. Delay adalah sementara tunda yang disebabkan oleh proses transmisi dari suatu titik ke titik lain yang jadi tujuannya.

Gambar 1.2 Ilustrasi Manajemen Bandwidth 2

QoS diperlukan untuk beberapa faktor atau alasan khusus, diantaranya adalah:

  1. Memberikan prioritas kepada jaringan atau aplikasi-aplikasi yang dianggap kritis atau penting dalam jaringan.
  2. Memaksimalkan kinerja jaringan yang telah ada.
  3. Meningkatkan performa aplikasi-aplikasi yang sensitive terhadap delay, seperti voice dan video.
  4. Merespon dan menstabilkan terhadap adanya perubahan-perubahan pada traffic jaringan.

Penyebab terjadinya gangguan yang mengakibatkan nilai dari QoS buruk adalah:

  1. Redaman, yaitu jatuhnya kekuatan sinyal karena pertambahan jarak pada media transmisi jaringan. Setiap media transmisi jaringan memiliki karakteristik yang berbeda-beda, tergantung dari jenis dan bahan dari media transmisi yang digunakan. Untuk mengatasi redaman ini, sering digunakan alat yang dinamakan Repeater untuk meningkatkan kembali kulitas transmisi jaringan.
  2. Distorsi, yaitu gangguan yang disebabkan oleh bervariasinya kualitas proses perambatan gelombang radio dari pemancar menuju penerima karena perbedaan bandwidth. Untuk mengatasi distorsi, disarankan untuk menyeragamkan bandwith untuk menstabilkan pengiriman gelombang.

Parameter yang digunakan dalam QoS untuk meningkatkan performa kecepatan dan keandalan, antara lain sebagai berikut:

  1. Throughput, yaitu kecepatan (rate) transfer data efektif, yang diukur dalam bps. Troughput merupakan jumlah total kedatangan paket yang sukses yang diamati pada destination selama interval waktu tertentu dibagi oleh durasi interval waktu tersebut.
  2. Packet Loss, merupakan suatu parameter yang menggambarkan suatu kondisi yang menunjukkan jumlah total paket yang hilang, dapat terjadi karena collision dan congestion (kemacetan) yang disebabkan oleh terlalu banyak host pada suatu jaringan serta bandwidth yang kecil pada jaringan, hal ini berpengaruh pada semua aplikasi karena retransmisi akan mengurangi efisiensi jaringan secara keseluruhan.
  3. Delay (latency), adalah waktu yang dibutuhkan data untuk menempuh jarak dari asal ke tujuan. Delay dapat dipengaruhi oleh jarak, media fisik, kongesti atau juga waktu proses yang lama.
  • Queue (Antrian)

Terdapat fitur pada QoS (Quality of Service) yang memastikan lajur dari management bandwidth dapat berjalan secara teratur dan baik yang disebut dengan Queue (antrian). Queue dalam jarinngan computer terdapat 2 metode yang dapat digunakan untuk melakukan management bandwidth, diantaranya adalah Simple Queue dan Queue Tree, kedua metode tersebut memanfaatkan memory atau RAM pada router sebagai buffer penampungan antrian paket data.

  1. Simple Queue

Simple queue merupakan salah satu metode management bandwidth yang dapat digunakan dengan mudah dalam konfigurasinya. Konsep dasar dari simple queue adalah menggunakan target dan Max-limit, target yang dimaksud adalah alamat IP, dan Max-limit yang dimaksud adalah kecepatan maksimal/minimal bandwidth dari kecepatan upload/download.

Tutorial :

  1. Konfigurasi awal pada simple queue adalah default unlimited dengan contoh kecepatan upload dan download tanpa konfigurasi limit menghasilkan kecepatan seperti dibawah ini.
  •  Untuk konfigurasi simple queue, masuk pada menu “Queues” → “Simple Queues”, klik “+” untuk menambahkan konfigurasi limit. Aturlah konfigurasi alamat IP serta manajemen limit dari download ataupun upload.
  • Aturlah konfigurasi simple queue menjadi contoh seperti dibawah ini. Dengan mengatur maksimal kecepatan upload adalah 128kbps dan maksimal kecepatan download adalah 52kbps.
  • Hasil yang dihasilkan dari konfigurasi limit.
  • Queue Tree

Queue Tree merupakan salah satu metode dalam management bandwidth yang memiliki fitur sangat fleksibel dan kompleks, dan dapat di sortir secara grup atau user tertentu berdasarkan tingkatan prioritas dari kebutuhan jaringan.

Tutorial :

Queue Tree Download

  1. Membuat Induk Queue Download. Pilih menu Queues → Queue Tree → klik tanda “+” → Isi kolom Name : Download (sesuaikan) → Parent ; Interface Lokal/LAN  → Max Limit (Sesuai Bandwith yang ada atau yang dikehendaki) → Klik OK.
  1. Membuat Child Queue Download. Langkahnya sama dengan induk queue, namun untuk child queue lebih dispesifikkan sesuai dengan rule mangle dan PCQ yang telah dibuat sebelumnya, berikut langkahnya sesuai urutan nomor.

Queue Tree Upload

  1. Membuat Induk Queue Upload. Pilih menu Queues → Queue Tree → klik tanda “+” → Name: Upload(sesuaikan) → Parent ; Interface Publik/WAN → Max Limit (Sesuai Bandwith yang ada atau yang dikehendaki).
  1. Membuat Child Queue Upload. Langkahnya sama dengan induk queue, namun untuk child queue lebih dispesifikkan sesuai dengan rule mangle dan pcq yang telah dibuat sebelumnya, berikut langkahnya sesuai urutan nomor.
  • HTB (Hierarchical Token Bucket)

HTB merupakan sebuah metode yang memungkinkan dapat melakukan pengelompokan queue secara bertingkat, dan lebih terstruktur. HTB tersusun dengan memberikan sebuah parent pada sekelompok child berupa beberepa queue.

  • PCQ (Per Connection Queue)

Merupakan metode yang memungkinkan dapat melakukan pengaturan antrian secara dinamis pengguna yang terhubung dengan menetapkan batas maksimum pengguna. Sebagai contoh, terdapat bandwidth maksimal sebesar 1Mbps yang dibagikan kepada 10 pengguna pada sebuah jaringan, jika terdapat 2 client yang memakai jaringan, maka bandwidth yang diberi masing-masing sebesar 512Kbps, jika terdapat 4 client yang memakai jaringan maka masing-masing diberikan 128Kbps, dan seterusnya.

Tutorial :

  1. PCQ-Download. Pilih menu Queues → Queue Types → klik tanda “+” → Isi pada kolom Type name : Pcq_Down;  Kind : pcq >> Centang pada opsi Dst. Address dan Dst. Port.
  1. PCQ – Upload. Pilih menu Queues → Queue Types → klik tanda “+” → Isi pada kolom Type name : Pcq_Upl, Kind : pcq → Centang  pada opsi Src. Address dan Src. Port.

Sekian Penjelasan dan Tutorial manajemen bandwidth, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita tentang bagaimana memanajemen bandwidth. Terima Kasih……

Menu