ROUTING

            Nah mari kita bahas apa sih Routing itu? Sebelumya saya mau membahas tentang router. Router berfungsi untuk meneruskan paket ke jaringan lainnya, . Nah jadi proses router untuk menentukan keputusan mau ke mana paket akan diteruskan disebut routing.

            Nah di dalam routing ada istilah gateway, yaitu next-hop atau perangkat mana yang akan di lalui sebagai perantara untuk sampai ke tujuan. Perhatikan ilustrasi berikut.

Macam-Macam Routing Protocol

            Routing protocol adalah protokol yang terdapat pada routing dinamik (dynamic routing). Routing protocol bertugas untuk menentukan jalur yang terbaik akan dilewati oleh data serta memperbarui informasi – informasi tabel routing apabila ada perubahan jaringan.

Dynamic routing protocol itu terbagi menjadi 2, yaitu :
 Interior Gateway Protocol (IGP)
 Exterior Gateway Protocol (EGP).


Interior Gateway Protocol

            Protokol gateway interior (IGP) adalah protokol perutean yang digunakan untuk bertukar informasi perutean dalam sistem otonom (AS).

Sebaliknya, Exterior Gateway Protocol (EGP) adalah untuk menentukan jangkauan jaringan antara sistem otonom dan menggunakan IGP untuk menyelesaikan rute dalam AS.

Protokol gateway interior dapat dibagi menjadi dua kategori: 1) Protokol routing jarak-vektor dan 2) Protokol routing link-state.
Contoh : RIP, EIGRP, OSPF, IS-IS.

Exterior Gateway Protocol

            The Exterior Gateway Protocol (EGP) adalah protokol perutean yang sekarang usang untuk Internet yang awalnya ditentukan pada tahun 1982 oleh Eric C. Rosen dari Bolt, Beranek dan Newman, dan David L. Mills. Ini pertama kali dijelaskan dalam RFC 827 dan secara resmi ditentukan dalam RFC 904 (1984). Jangan bingung dengan protokol gateway eksterior pada umumnya (di mana EGP dan Border Gateway Protocol (BGP) adalah contohnya), EGP adalah protokol jangkauan yang sederhana, dan, tidak seperti protokol jarak-vektor dan jalur-vektor, ia terbatas pada pohon -seperti topologi.
 

Pada masa awal Internet, EGP versi 3 (EGP3) digunakan untuk menghubungkan sistem otonom. Saat ini, BGP versi 4 adalah standar yang diterima untuk perutean Internet dan pada dasarnya telah menggantikan EGP3 yang lebih terbatas.


Contoh distance vector adalah :
RIP dan EIGRP. Sementara Link state adalah jenis routing protocol yang melakukan pemilihan jalur berdasarkan kondisi link. Contoh link state protocol adalah : OSPF dan IS-IS. 

1. RIP (Routing Information Protocol)

            RIP adalah protokol routing jarak vektor standar dan menggunakan bentuk jarak sebagai metrik jumlah hop. Ini adalah vektor jarak. Dengan membatasi jumlah jumlah hop yang diizinkan di jalur antara sumber dan tujuan, RIP mencegah loop perutean. Biasanya, jumlah hop maksimum yang diperbolehkan untuk RIP adalah 15. Namun, dengan mencapai pencegahan loop routing ini, ukuran jaringan pendukung dikorbankan. Karena jumlah hop maksimum yang diizinkan untuk RIP adalah 15, selama jumlahnya melebihi 15, rute tersebut akan dianggap tidak dapat dijangkau.


Kelebihan :

  1. Mendukung VLSM dan CIDR (RIPv2)
  2. Mudah dalam konfigurasi
  3. Tidak kompleks

Kekurangan :

  1. Tidak mendukung VLSM dan CIDR (RIPv1)
  2. Memiliki batas maksimal 15 hop
  3. Tidak bisa menerima update informasi dari RIP versi satu (RIPv2)

2. EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)

            Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP) adalah protokol routing hybrid yang memberikan peningkatan signifikan pada IGRP. EIGRP menggantikan IGRP pada tahun 1993 karena Internet Protocol dirancang untuk mendukung alamat IPv4 yang tidak dapat didukung oleh IGRP. Protokol perutean hybrid menggabungkan keunggulan protokol perutean Link-state dan Distance-Vector, itu didasarkan pada protokol Distance-Vector tetapi berisi lebih banyak fitur dari protokol Link-State.

EIGRP menyimpan semua rute daripada rute terbaik untuk memastikan konvergensi yang lebih cepat. EIGRP menyimpan tabel routing tetangga dan hanya bertukar informasi yang tidak akan dikandung oleh tetangganya. EIGRP biasanya digunakan di jaringan besar, dan hanya diperbarui ketika topologi berubah tetapi tidak secara berkala tidak seperti protokol Distance-Vector lama seperti RIP.

Kelebihan :

  1. Mendukung VLSM dan CIDR
  2. Memiliki hop count maksimal 224
  3. Proses convergence yang cepat


Kekurangan :

  1. Merupakan Cisco Proprietary sehingga hanya dapat digunakan pada Router Cisco
  2. Melakukan update informasi terus menerus
  3. Menggunakan lebih banyak resource router

3. OSPF (Open Shortest Path First)

            OSPF didefinisikan dalam RFC 2328 yang merupakan Gateway Protocol interior yang digunakan untuk mendistribusikan informasi perutean dalam AS (Autonomous System). Di antara ketiga sampel yang dipilih, OSPF adalah protokol perutean yang paling banyak digunakan di jaringan perusahaan besar. OSPF didasarkan pada teknologi link-state dengan menggunakan algoritma SPF yang menghitung jalur terpendek

Kelebihan :

  1. Digunakan pada jaringan berskala besar.
  2. Mendukung VLSM dan CIDR
  3. Tidak memiliki batasan pada hop count (unlimited hop count)
  4. Merupakan open standart protocol sehingga bisa digunakan pada vendor yang berbeda
  5. Proses convergence yang cepat
  6. Mendukung mekanisme autentikasi
  7. Hanya melakukan update ketika terjadi perubahan jaringan


Kekurangan :

  1. Mengkonsumsi banyak resource
  2. Membutuhkan perencanaan dalam mendesain dan mengimplementasikannya dalam jaringan

4. IS-IS (Intermediate System – Intermediate System)

            Protokol IS-IS (Intermediate System – Intermediate System) adalah salah satu dari keluarga protokol Perutean IP, dan merupakan Protokol Gateway Interior (IGP) untuk Internet, digunakan untuk mendistribusikan informasi perutean IP melalui satu Sistem Otonom (AS) di jaringan IP.

Kelebihan :

  1. Memiliki kemanan yang lebih terhadap informasi routing update
  2. Mendukung VLSM dan CIDR
  3. Proses convergence yang cepat

Kekurangan :

  1. Konfigurasi lebih rumit

5. BGP (Border Gateway Protocol) 

            Border Gateway Protocol (BGP) adalah layanan pos Internet. Ketika seseorang memasukkan surat ke kotak surat, layanan pos memproses surat tersebut dan memilih rute yang cepat dan efisien  untuk mengirimkan surat itu kepada penerimanya. Demikian pula, ketika seseorang mengirimkan data melalui Internet, BGP bertanggung jawab untuk melihat semua jalur yang tersedia yang dapat dilalui data dan memilih rute terbaik, yang biasanya berarti berpindah antar sistem otonom.

Kelebihan :

  1. Lebih powerfull dari routing protocol yang lain karena BGP berfungsi sebagai Exterior Gateway Protocol
  2. Mendukung VLSM dan CIDR

Kekurangan :

3.         Konfigurasi yang lebih kompleks

Demikian pembahasan mengenai macam-macam routing protocol. Terima kasih yang sudah menyempatkan membaca  ^-^

Menu